SAFETY RIDING

Ride safe sekarang menjadi salah satu life style para bikers modern. Kalo dulu semangat Brotherhood terus yang bikers kedepankan, sekarang para bikers modern saat ini juga mulai menampilkan Safety Riding sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan para bikers.

Yang dimaksud dengan safety riding adalah usaha kita untuk mengurangi resiko kecelakaan dalam berkendara. Usaha-usaha itu harus dilakukan secara terus menerus sehingga menjadi safety bikers yang mampu:

– Meningkatkan kecakapan pengendara dalam mengendarai agar paham, mengerti bila berhadapan dengan keadaan darurat yang terjadi di sepanjang perjalanan.

– Mencegah kecelakaan kendaraan bermotor melalui pengembangan gaya mengendarai yang baik dan sistimatik.

– Mengembangkan cara tepat tanggap akan bahaya dan manajemen risiko.

– Mencegah bahaya dan risiko yang mungkin terjadi pada situasi jalan dan lalulintas melalui kewaspadaan pengendara.

Saat ini para bikers dengan safety riding sebagai life style tentunya juga mempunyai keinginan ataupun tujuan dalam kehidupan sehari-hari, dalam aktifitasnya untuk memupuk semangat brotherhood tentunya berkeinginan untuk menghindari dari kecelakaan sehingga tiba di tempat tujuan dengan selamat, apalagi sampai terjadi kecelakaan yang serius sampai kehilangan nyawa atupun menelan korban jiwa yang sia-sia.

Lebih dari 900 sepeda motor terjadi kecelakaan setiap hari diseluruh dunia. Data dan Departemen Perhubungan RI menyebutkan sepeda motor merupakan penyumbang terbesar kecelakaan di jalan raya pada tahun 2004. Dari 17.732 kecelakaan di seluruh Indonesia, 14.223 di antaranya melibatkan sepeda motor (80,21%).

Klub sebagai garda terdepan para bikers harus bisa merespons trend dan perubahan dalam kehidupan para bikers. Banyak aktifitas safety riding yang dapat dilakukan dalam suatu klub. Titik paling awal dalam melaksanakan aktifitas dan kegiatan safety riding, adalah dengan membentuk kebijakan safety riding dan membentuk safety team. Tim ini akan mengkaji segala bentuk kegiatan dan aktifitas safety riding sehingga mampu menampilkan bikers modern dalam klub masing-masing. “From LIFE TO RIDE Become Life To Ride Safe !!!”.

Sumber : 4RiderMagazine
Laurent Malau ( Instruktur Safety Riding di Depok Tiger Club (DETIC) )

PAKAILAH ASESORI BERKENDARA YANG AMAN DAN NYAMAN

Seiring dengan semakin tingginya kesadaran untuk berkendara secara aman dan nyaman, terutama untuk anda yang senang bepergian jarak jauh dengan menggunakan sepeda motor. Kami akan mengulas sedikit dan membahas tentang perlengkapan berkendara yang patut dipakai pada saat kita berkendara.

Safety Apparels
Yang dimaksud dengan safety apparels dalam pembahasan kali ini adalah asesoris yang kita pakai dalam berkendara untuk meminimalisir kecelakaan dan resiko dalam berkendara. Safety Apparels ini meliputi safety helmet sampai ke sepatu yang kita kenakan.

a. Safety Helmet
Ada berbagai macam dan jenis helm yang tersedia di pasaran, dari yang mulai paling murah sampai yang paling mahal. Sebenarnya dalam memilih sebuah safety helmet, kita hanya memerlukan 2 kriteria saja, yaitu : nyaman dan aman. Nyaman pada saat kita kenakan dan aman dengan memilih helmet yang sudah bertanda “DOT” pada (biasanya) bagian dalamnya.
Kami tidak menganjurkan pemakaian helm proyek untuk dipakai berkendara roda dua. Helmet jenis half face-pun sebisanya dihindari untuk perjalanan ke luar kota.
b. Jacket
Sekarang ini jacket hadir dalam berbagai macam bahan, warna dan model. Pilihlah jacket yang nyaman dan aman untuk keperluan anda. Tentunya pada perjalanan jauh, kita tidak mungkin membawa berbagai jacket dengan berbagai bahan. Pilihlah yang menyerap keringat dan tidak tembus angin.
Kami sangat merekomendasi jenis dari bahan Gore-Tex atau Cordura yang tahan gesekan dan air yang dilapisi dengan bahan katun di sisi dalamnya.
Pemasangan protector pada pundak, punggung, siku dan sepanjang tulang tangan sangatlah baik untuk meredam benturan yang terjadi pada saat kecelakaan.
c. Celana
Sangat dianjurkan yang terbuat dari bahan yang tebal, seperti jeans, soft canvas, kulit, Gore-tex dan cordura. Tiga bahan yang disebutkan terakhir memiliki daya tahan gesekan yang lumayan baik. Hanya saja kekurangannya, tidak terlalu nyaman dipakai pada saat matahari sedang terik. Untuk menyiasati hal ini, biasanya dipasanglah lapisan dari bahan katun disisi dalam, agar dapat menyerap keringat dengan baik.
Untuk celana touring buatan pabrik, biasanya juga sudah dipasangkan beberapa pelindung tubuh, antara lain di daerah belakang untuk melindungi tulang ekor, pinggul samping, lutut dan tulang kering.
d. Sepatu
Pilihan sepatu yang benar untuk berkendara motor tidak hanya nyaman dipakai, tapi yang paling penting adalah lunaknya bagian sendi engkel bagian depan. Hal ini dimaksudkan pada saat anda melakukan “panic break” (pengereman mendadak), kaki anda akan langsung menyalurkan tenaga ke tuas rem secara baik dan tidak tertahan di ‘keras’nya sepatu.
Klasifikasi yang memenuhi syarat nyaman dan aman untuk sepatu adalah :
– Sepatu haruslah mempunyai tinggi melewati mata kaki dan berpelindung tepat pada mata kaki
– Diusahakan tidak bertali
– Nyaman dipakai
– Terbuat dari bahan alami (kulit)
– Sol yang terbuat dari bahan karet, agar tidak licin
– Mempunyai pelindung di ujung jari kaki
– Mempunyai angka ukuran yang 1 tabel lebih tinggi dari ukuran kaki kita
Biasanya kita akan mengalami pembengkakan pada kaki pada saat kita melakukan perjalanan jauh.
– Mempunyai sirkulasi udara yang baik dan mempunyai lapisan lembut disisi dalamnya.
e. Sarung Tangan
Selain sebagai pelindung tangan dan jari pada saat udara dingin dan hujan, Glove juga berfungsi sebagai peredam resiko pada saat terjadi kecelakaan.
Sadar atau tidak biasanya pada saat terjadi kecelakaan, telapak tanganlah yang akan menyentuh aspal dan menahan tubuh kita pertama kali. Sama seperti pelindung tubuh lain, glove ini juga bisa dibuat dari berbagai macam bahan, warna dan bentuk yang menarik.
Sementara ini di pasaran, paling banyak tersedia adalah dari bahan kulit dan synthetic. Pilihlah yang berbahan kulit, karena bahan kulit tidak meneruskan sifat ‘panas’ ke telapak tangan pada saat ada pergesekan dengan permukaan jalan. Bahan synthetic, selain tidak terlalu kuat, dia juga akan menimbulkan rasa panas pada kulit tangan kita.
Saran kami, pilihlah glove panjang dari bahan kulit yang mempunyai pelindung Serat Karbon dan Kevlar pada buku-buku jari.

Sebagai pertimbangan anda dalam memilih jenis pelindung, kami juga akan menambahkan bahwa pemakaian bahan fiberglass sebaiknya dihindari. Karena sesuai dengan sifatnya bahwa fiberglass akan patah dengan ujung yang biasanya tajam dan kaku (seperti kaca), patahan ini akan bisa menyebabkan cidera tambahan pada pemakainya. Lebih baik, pergunakanlah bahan serat karbon atau Kevlar sebagai gantinya.

Memang kelihatannya mahal sekali apabila kita membeli semua asesoris di atas …tapi renungkan dan pertimbangkanlah keselamatan anda baik-baik, nilai dan harga bagian tubuh anda sangat tinggi, bukan ?
————-

JADIKAN KEBIAASAAN

Orang pada sibuk ngomongin SAFETY RIDING / SR. Segala teori dikeluarkan untuk soal ini. Semua sibuk mengingatkan untuk tetap senantiasa mengutamakan keselamatan berkendara bagi para bikers. Gak usah yang berat-berat, SR bisa dimulai dari beberapa hal kecil yang layaknya dijadikan kebiasaan. Yang umum-umum saja…!
1. Helm
Helm cetok / proyek, dah gak jaman coy ! Jangan ngaku biker kalo ente gak sayang kepala. Lebih baik habiskan uang ratusan ribu rupiah untuk beli helm yang benar-benar safety ketimbang buang duit buat beli variasi / aksesori yang gak begitu perlu. Coba, mau nyari dimana kepala kalo kenapa-kenapa ? Idih, amit-amit deh. Jangan sampai. Buat yang ogak gerah, silahkan pakai yang model HALF FACE. Buat yang demen turing jauh, bagusnya pakai model FULL FACE. Ogah repot, beli yang DUAL TYPE macam TRX-nya Honda. Soal merk, bejibun. Pilih yang sesuai dengan hati nurani, hehehe ….. sesuai kantong dan usahakan merknya lumayan.
Untuk bagian kaca atau visor, memang lebih aksi jika menggunakan yang versi warna-warni atau pelangi. Tapi untuk urusan safety, dianjurkan memakai yang bening saja. Kalau malam masih bisa melihat, tidak seperti yang warna-warni yang ‘jaya’ hanya kalo siang.

2. Chest Protector / Body Protector
Kalo dipake, mirip Polisi Huru Hara. Istilah betawinya, rompi. Perlengkapan yang satu ini mulai jamak dan umum digunakan. Tidak melulu hanya oleh anak klub. Bikers harian biasa pun banyak yang sudah menggunakan. Meski bikin gerah, alat ini mampu ‘menabung’ usia di kemudian hari agar tak kena paru-paru basah 🙂 Jangan cuma mengandalkan jaket, kecuali yang dipakai jaket kulit betulan yang berkualitas. Angin pasti nyelusup masuk. Terserah mau dipakai di luar atau di dalam jaket. Murah, tak perlu beli merk yang harganya 200 ribuan. 50 ribuan saja sudah lumayan banget kok.
Rompi ini sering digantikan orang dengan koran. Walah, yang ini malah bikin bahaya dan sangat tidak dianjurkan. Saat keringat membasahi dada, tinta koran tersebut bisa bikin tubuh penyakitan. Belum lagi koran yang gak higienis. Mendingan beli rompi deh. Lebih aksi dan mudah dipakai.

3. Sepatu
Usahakan selalu mengenakan sepatu saat berkendara. Gak perlu pakai sepatu turing yang kedap air dan harganya setengah juta lebih. Usah pula beli sepatu ala road race yang ‘meriah’ sekali warnanya. Sepatu kerja pun cukup. Yang dianjurkan, minimum sepatu basket. Itu lho, sepatu yang melindungi / menutupi mata kaki. Tapi sepatu apa pun, selama bukan sepatu sandal, tetap lebih baik dalam soal perlindungan kaki ketimbang sandal ( apapun bentuknya ).
Kalo hujan gimana ? Masa pake sepatu basah-basahan ? Percayalah, bro … itu lebih baik. Rata-rata bikers cuek bebek banget-banget main hujan-hujanan dengan sepatu 🙂 Safety mengalahkan segalanya. Masa kalah sama aer ? hehehe….

4. Jas Hujan
Udah gak jaman bawa jas hujan cuma pas musin hujan. Apalagi motor sekarang banyak yang sudah dilengkapi bagasi. Kalo buat motor laki, bisa pakai tabung yang dijual murah meriah dan lumayan buat tempat jas hujan. Lagi asyik jalan tiba-tiba hujan, tinggal minggirkan motor sedikit, langsung pakai. Coba liat sekitar, mungkin yang lain nunggu atau neduh. Ente bisa terus jalan. Cuek pakai sepatu basah-basahan ( paling cukup lepas kaus kaki saja ). Orang pun berpikir, wuih …. bikers nih ! 🙂
Jas hujan model ponco alias ‘kampret’ ? Wah, ini sih jas hujan model kuno. Bikers maju, pasti anti pakai jas hujan model begini. Mengundang bahaya dan bikin penampilan bak Batman. Belom lagi paha dan kaki pasti masih basah kena air hujan. Pakai jas hujan yang model baju dan celana ( 2 pieces ). Ribet sedikit saat pakai, tapi lebih nyaman dan terlindungi.

5. Sarung tangan
Selain melindungi tangan agar tak terlihat ‘belang’, juga berfungsi melindungi telapak tangan jika terjatuh dan ngegelosor di aspal. Banyak orang yang ogah pakai sarung tangan karena sensitifitas ke grip gas terasa beda. Itu cuma masalah kebiasaan saja ! Lama-lama juga biasa. Untuk sarung tangan, orang disodorkan dua tipe. Model setengah dan model full. Yang paling aman, tentu yang model full. Menutupi hingga ke jari-jari. Meski susah kalo mau ambil duit di saku celana atau jika mau merogoh-rogoh, inilah sarung tangan terbaik yang dianjurkan dalam SR.
Lagipula, sarung tangan model setengah, bikin penampilan bak Ksatria Baja Hitam saat belom berubah, bro. Plus lagi, jari-jari bisa jadi item sendiri karena tidak tertutup. Nah lo !

6. Masker
Ini untuk mencegah tubuh menyerap polusi udara terlalu banyak. Masker yang baik, bisa memfilter udara yang terhirup oleh kita. Tapi jika ogah repot pakai masker karena kadang suka bikin sesak nafas, bro bisa ganti dengan menggunakan saputangan yang dilipat menjadi bentuk segitiga. Ada juga bikers yang menggunakan balaclava. Itu lho, yang bikin orang kayak ninja atau rampok. Hehehe … boljug meski fungsi balaclava sebetulnya untuk mencegah agar helm tidak bau karena keringat dari kepala.

Gimana ? 6 hal tadi cukup mudah untuk dijadikan kebiasaan mulai saat ini bukan ? Sayangi diri sendiri karena keluarga menanti di rumah. Hidup mati memang bukan di tangan manusia, tapi sudah selayaknya kita memperhatikan keselamatan diri sendiri.

TIPS BERKENDARA
Strategi ini lebih kepada safety:
1. Saat kita akan menyalip kendaraan lain di depan kita:

– anggap bahwa pengemudi di depan kita tidak mengetahui kita akan menyalip, sehingga kita perlu memberi tanda berupa lampu beam atau klakson pendek dan menyalakan lampu sign sebelum menyalip, hingga dia tau kalau kita akan menyalipnya.

2. Saat akan pindah jalur:

– anggap bahwa sekitar kita tidak mengetahui kita akan berpindah jalur, sehingga kita perlu melihat situasi di belakang kita melalui kaca spion sebelum berniat pindah jalur dan menyalakan lampu sign

– jika terdengar ada suara motor / mobil dengan kecepatan tinggi di belakang kita, anggap bahwa dia tidak tau kalau kita akan pindah jalur, sehingga dengan sign menyala kita perlu memberi kesempatan terlebih dahulu pada mobil/motor kencang tersebut, hingga kita aman untuk pindah jalur.

3. Saat akan melakukan pengereman mendadak:

– anggap bahwa sistem rem mobil / motor di belakang kita tidak bagus, sehingga kita perlu membantu memberi jarak pengereman kepada pengendara di belakang sehingga aman untuk mobil/motor kita. Penting untuk selalu memperhatikan spion sebelum melakukan pengereman mendadak (perlu dilatih hingga bisa refleks).

– jika benar-benar pengereman sangat mendadak, anggap bahwa mobil/motor di belakang tidak mengetahui bahwa kita melakukan pengereman mendadak tersebut, sehingga kita perlu untuk melakukan pengereman mendadak disertai membunyikan klakson agar pengendara di belakang mengetahui kondisi darurat tersebut.

Note: terkadang kita menemukan pengemudi yang kesal, kemudian melakukan rem mendadak untuk mengejutkan pengemudi di belakangnya, ini contoh yang berbahaya baik untuk dirinya dan orang lain.

4. Saat melewati pertigaan/perempatan sepi:
– anggap banyak pengemudi yang tidak hati-hati, sehingga kita perlu memberi tanda sebelum lewat berupa lampu beam atau bunyi klakson pendek.

5. Saat akan melewati pintu perlintasan kereta api:
– anggap ada masalah dengan sistem alarm/peringatan pintu kereta, sehingga biasakan untuk mengecilkan/mematikan soundsystem dan membuka sedikit kaca pintu agar kita bisa mendengar suara dari luar.

6. Saat akan memasuki tikungan sempit:
– Apabila kita sedang mengendarai motor, saat memasuki tikungan yang sempit, hindari menyalip dari sisi dalam tikungan. Anggap mobil atau motor yang kita akan dahului tidak mengetahui keberadaan kita atau mobil atau motor tersebut berbelok tajam (seperti formula-1 mengikuti ‘racing line’).

Strategi: OVER-estimate

Strategi ini lebih kepada usaha untuk mengalah:

1. Saat diintimidasi, dipancing untuk diajak kebut-kebutan, anggaplah mobil/motor dia lebih hebat, bermesin turbo, berteknologi canggih, dsb, sehingga kita tidak terbawa ajakan tersebut. (saat ini banyak mobil berpenampilan standard, tetapi sangat powerful dan kencang)

2. Saat kita sedang berakselerasi, dan ada kendaraan lain yang bersebelahan, juga berakselerasi, anggap mobil/motor dia lebih hebat, bermesin turbo, berteknologi canggih, dsb, sehingga kita memberi kesempatan baginya untuk jalan lebih dulu.

3. Saat ada motor/mobil yang ugal-ugalan di belakang dan terlihat/terdengar akan menyusul kita, anggaplah dia pengemudi hebat yang butuh konsentrasi penuh, sehingga sebaiknya kita tidak membuat gerakan yang tiba-tiba yang bisa membahayakan kita sendiri sembari memberinya jalan.

4. Saat dalam kecepatan tinggi, umumnya di jalan tol. Anggaplah sistem rem mobil/motor di depan kita sangat baik dan sangat pakem, sementara punya kita butuh jarak rem yang panjang. Maka kita perlu untuk menjaga jarak aman agar dapat melakukan pengereman yang baik apabila mobil/motor depan rem mendadak.
5. Saat akan menyalip mobil/motor, kemudian dari arah berlawanan ada mobil/motor. Anggaplah mobil/motor yang berlawanan tersebut berkecepatan tinggi dan tidak akan mengalah/memberi jalan, sehingga sebaiknya kita tunda dulu menyalip mobil/motor didepan kita.

6. Mobil / Motor yang tergesa-gesa:
– anggaplah dia sedang ada kepentingan yang mendesak, beri jalan.

Note: sebaiknya jika kita dalam kondisi mendesak/darurat, nyalakan lampu beam, hazard, dan lampu kabin (interior). saat akan berbelok matikan sejenak hazard dan nyalakan sign agar pengemudi lain mengetahui arah gerakan kita.

Demikian sharing dari saya, mohon ditambahkan apabila ada yang belum tertulis di atas pada form komentar, yang nantinya akan terus saya tambahkan jika sesuai dan perlu.

Kembali saya ulangi bahwa tidak bisa merubah sikap sekian banyak orang yang ada di jalan. Berbagai latar belakang budaya, pendidikan, pola pikir, mentalitas dan sebagainya membuat kita untuk perlu berpikir alternatif; Yaitu bersabar, mengalah, dan selalu berpikiran jernih, yang tentunya dimulai dari diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat.

Safety Riding Seharusnya
Menjadi Program Nasional

Banyak pengendara sepeda motor yang tak memperhitungkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Mereka mengendarai dengan menyusup di antara mobil, naik trotoar, dan berhenti sesuka hati. Pernah memperhatikan puluhan motor yang berderet di garis terdepan di lampu lalu lintas (traffic light)? Amati pula betapa perilaku mereka layaknya pembalap kala start di sirkuit. Demikian lampu hijau menyala, mereka seakan tak peduli dengan kendaraan bermotor lainnya, langsung tancap gas dan tak sedikit pula yang zig zag. Benar-benar mengerikan! Pemandangan demikian telah menjadi keseharian di Jakarta dan kota besar lainnya. Sepeda motor seakan menjadi ‘raja jalanan’. Pengendaranya tak peduli bahwa sepeda motor adalah kendaraan bermotor yang paling tak stabil dan rentan kecelakaan. Apalagi mereka mengendarai dengan menyusup di antara mobil, naik trotoar dan berhenti sesuka hati. ”Perilaku pengendara sepeda motor di Jakarta memang telah benar-benar memprihatinkan. Mereka tak lagi memperhitungkan keselamatan berkendara. Baik keselamatan diri maupun orang lain,” bilang Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Pol. Djoko Susilo di Jakarta kemarin. Karena itu, kini pihaknya melakukan penataan kembali penggunaan jalur lambat dan lajur kiri bagi pengendara motor. PMJ tidak secara khusus menggelar program Kanalisasi. Karena tak semua jalan di Jakarta memiliki jalur lambat, maka penertiban dimaksimalkan dengan mengharuskan sepeda motor berjalan di jalur lambat atau tetap di sisi kiri bagi jalan yang tidak terdapat jalur lambatnya. ”Mereka boleh ke kanan (pada jalan tanpa jalur lambat) hanya saat mendahului,” kata Djoko. Tindakan tegas pun diterapkan bagi pemotor bila melanggar aturan. ”Kalau melakukan pelanggaran hingga ditilang tiga kali, SIM mereka kami cabut,” tegasnya. Pelanggaran dimaksud bisa berupa tak berjalan di jalur lambat, melampaui kecepatan maksimal 40 km/jam dan pelanggaran atas kelengkapan keamanan sepeda motor atau juga bila tidak mengenakan helm. Pembuatan SIM (baik yang baru maupun perpanjangan) di PMJ pun, menurut Djoko, ditambah dengan ujian praktik di jalanan dan pemberian bekal pengetahuan akan pentingnya berkendara dengan aman (Safety Riding). Kasubdit Dikmas Lalu Lintas Mabes Polri Kombes Pol. Sulistyo Ishak menyambut gembira program intensifikasi penanganan ‘liarnya’ pengendara sepeda motor di Jakarta. ”Malah kami akan menyosialisasikan program Safety Riding di sejumlah kota besar. Kami sedang mengkaji dan tampaknya konsep Safety Riding yang diterapkann di Polda Jawa Timur dapat menjadi rujukan bersama,” kata Sulistyo Iskhak. Pengguna jalan jelas menanggapi positif program Safety Riding yang hendak digulirkan secara nasional itu. Apalagi jelas dapat digunakan sebagai salah satu cara menertibkan pemotor di jalanan. Direktur Bank IFI, Agus Suyanto menyatakan, kegembiraannya atas upaya penertiban pemotor, khususnya di Jakarta. ”Saya senang mengemudi sendiri. Tapi kini kegiatan itu berkurang setelah beberapa kali ditabrak motor. Bukan saya yang menabrak, tapi motor yang menghantam mobil saya,” bilangnya.

Safety Riding Ihwal Safety Riding, istilah asing yang digunakan Polda Jawa Timur dalam menggulirkan program bermotor dengan aman, bermula dari program Polwiltabes Surabaya. Sejak September 2005, Polwiltabes melaksanakan kampanye Safety Riding mengingat semakin besarnya tingkat kecelakaan yang dialami pengguna motor di sana. Karena dinilai sukses, pihak DPRD meminta program itu diperpanjang. Seperti arti nama programnya, Safety Riding mengharuskan pemakai motor selalu harus berkendara dengan aman. Di situ termasuk ketersediaan perlengkapan keamanan sepeda motor, helm dan perilaku pengendaranya. Tambahan paling menonjol — karena diikuti pro-kontra — dalam program Safety Riding di Surabaya adalah keharusan menyalakan lampu motor pada siang hari. Kini bila berada di Surabaya, jangan kaget kalau sepeda motor yang berlalu lalang terus menyalakan lampu utama pada siang hari. ”Kebijakan itu tidak mengada-ada. Dengan nyala lampu, justru itu penting untuk memberitahu kepada kendaraan lain, khususnya mobil, bahwa terdapat motor di dekatnya,” terang Kasat Lantas Polwiltabes Surabaya AKBP Nurhadi Yuwono. Dia mengakui, Safety Riding merupakan kelanjutan program Kanalisasi motor dan keharusan menggunakan helm. ”Kami memang terus ingin menyempurnakan program keselamatan berkendara yang selalu menjadi proyek Polda Jatim. Menggunakan istilah asing, karena memang kami ingin standar keselamatan berkendara di Indonesia bisa setara dengan negara lain, sekurangnya di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya. Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol. Sutarman mengatakan, program menyalakan lampu sepeda motor di siang hari, sebetulnya diambil dari rekomendasi manajemen lalu lintas di internasional. ”Buktinya di banyak negara, paling dekat Malaysia, aturan itu telah dibakukan. Kami tidak mengarang, tetapi justru demi keselamatan. Program kami mulai dengan menyosialisasikan keamanan berkendara berstandar dunia, termasuk tambahan nyala lampu itu” bilang lulusan Sespim 2004 terbaik ini. Menurut Sutarman, walaupun pihaknya mendambakan kesadaran keamanan berkendara dengan standar internasional, penerapan program itu dilakukan dengan tindakan yang sangat Indonesia. Tidak asal melakukan tindakan represi bagi pelanggarnya. ”Kami tahu di undang-undang selalu ada ancaman hukum. Tapi sosialisasi Safety Riding khususnya menyalakan lampu, antara lain dengan iming-iming hadiah. Karena dalam menjalankan program ini kami mengandeng sponsor antara lain pihak ATPM,” ujarnya. Lalu, kalau nantinya kesadaran berlalu lintas pemotor telah sesuai dengan konsep Safety Riding, termasuk menyalakan lampu di siang hari, apakah masih akan ada hadiah? ”Masih, hadiahnya pasti. Pengendara motor, dan pengguna jalan lainnya bisa menikmati hadiah berupa lalu lintas yang tertib walaupun kepadatan kendaraan bermotor tak dapat dihindari,” candanya. (bid )

SAFETY RIDING dan tertib lalu lintas

Latar Belakang :

Jakata adalah sebuah kota metropolitan, yang mana penduduknya
hingga kini mencapai sekitar 8.792.000 juta jiwa. Setiap harinya
penduduk Jakarta memiliki aktifitas yang beragam, dan sebagian
besar dari keseluruhan masyarakat tersebut menggunakan kendaraan
bermotor untuk menjalankan aktivitas nya. Sehingga tak jarang kita
melihat kemacetan di berbagai tempat, karena jumlah kendaraan
bermotor semakin bertambah dan memenuhi ruas2 jalan ibukota setiap tahunnya.Seringkali juga terjadi berbagai jenis kasus kecelakaan yang
diakibatkan karena pelanggaran peraturan lalu lintas dan berkurangnya
tingkat kesadaran akan keselamatan di jalan raya.

Titik awal kesadaran :

Untuk itu, seiring berkembang nya jumlah kendaraan bermotor di
Jakarta dan seiring dengan menurunnya kesadaran masyarakat akan
berlalu lintas yang baik dan benar, perlu kiranya ditumbuhkembangkan
kembali mengenai safety riding dan tertib lalu lintas dalam berkendara.
Pemikiran seperti ini wajib tertanam dalam setiap pengendara demi
menciptakan kondisi yang lebih teratur dan kondusif di jalan raya.

Safety Riding

Menurut penulis, definisi dari Safety Riding adalah : suatu usaha yang
dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan
keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang
mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya.

Safety riding merupakan suatu dasar pemikiran.

Disaat kita mengendarai kendaraan, maka haruslah tercipta suatu
landasan pemikiran yang mana mementingkan dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Untuk itu,
berangkat dari dasar pemikiran keselamatan tersebut, para pengendara
haruslah menyadari arti dan pentingnya keselamatan, hal ini bisa di
contohkan dengan meningkatnya angka kecelakaan di jalan raya dan
berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi disebabkan dari berbagai
macam kasus. Walaupun terasa sangat sulit untuk menumbuhkannya,
namun pemikiran yang mengutamakan keselamatan tersebut haruslah
merupakan kesadaran dari diri sendiri yang terbentuk dan dibangun
dari dalam hati dan bertekad untuk melaksanakan segala aktivitas yang
mendasar pada safety riding. Bila dasar pemikiran safety riding
(safety minded) telah masing-masing miliki, maka dengan mudah setiap
hal yang berkaitan dengan safety riding dapat kita terapkan dimulai
dari diri sendiri dan memulainya dari hal-hal yang kecil, karena kesadaran
betapa pentingnya suatu keselamatan diri.

Tertib Lalu Lintas

Menurut saya, difinisi tertib lalu lintas adalah : mentaati peraturan lalu
lintas yang berlaku dengan berdasarkan kepatuhan akan hukum dan
menjadi warga negara yang baik serta patuh pada ketetapan yang
berlaku, dengan tetap didukung dasar pemikiran keselamatan bersama
saat di jalan raya.

Safety Riding dan Tertib Lalu Lintas

Safety Minded yang tertanam dalam masing-masing landasan utama
pola pikir seseorang dalam berkendara akan menghasilkan suatu tindakan
yang mengacu pada keselamatan diri, sehingga penerapan terhadap
peraturan lalu lintas yang telah ditetapkan akan berjalan dengan lancar.
Menurut saya, Safety Riding dan Tertib Lalu Lintas merupakan kedua hal
yang erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Pola yang
terbentuk adalah berurutan antara keduanya; yakni menyambung satu
sama lain.
Dengan tertanamnya “safety minded” maka secara otomatis terbentuk
pula suatu pemahaman akan tertib lalu lintas yang mana keduanya mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Sehingga tidak akan
mengalami kesulitan bagi seseorang yang berpikiran safety untuk
menerapkan aturan dan disiplin lalu lintas.

Ruang Lingkup Safety Riding dan Tertib Lalu Lintas:

Hingga saat ini, saya belum dapat menangkap suatu bentuk dari safety
riding dan tertib lalu lintas secara khusus atau untuk menarik garis
pembatas demi mengukur sejauh manakah ‘safety behavior’ yang ideal
untuk diterapkan. Seringkali saya terbentur dalam suatu pembahasan
yang menurut saya cukup rancu untuk membatasi safety minded
seseorang. Namun bagi saya, pemahaman adalah yang utama dalam hal menumbuhkembangkan safety riding di masing-masing jiwa pengendara.
Perihal langkah-langkah yang diambil sang pengendara tersebut merupakan tanggung jawab sang pengendara pribadi dan ia pun harus siap dengan konsekuensi yang terjadi.

Tantangan penerapan Safety Riding :

Suatu pemahaman penuh akan safety riding merupakan suatu hal yang
minimal menurut saya, karena suatu pemahaman yang cukup, bahkan
lebih, namun bila tanpa penerapan nyata akan tiada hasilnya. Penerapan
safety riding dan tertib lalu lintas merupakan hal yang cukup sulit untuk
secara tegas dilakukan. Kerap kali, beberapa kendala kian muncul dan menghadang safety minded tersebut, beberapa faktor diantaranya,
kondisi dan situasi yang kian menjadi dalih untuk bertindak. Demi
menegakkan safety riding dan tertib lalu lintas menurut saya dibutuhkan
usaha yang tinggi dari dalam diri untuk tetap teguh memegang komitmen
akan keselamatan dan taat pada peraturan. Pemikiran jangka panjang
atas resiko dan konsekuensi dari setiap tindakan dapat menjadi
penunjang penerapan tindakan positif tersebut.

Penutup :

Secara ideal, adalah merupakan suatu syarat mutlak bagi seseorang
yang ingin berkendara, minimal untuk mengadakan pemahaman dan
penerapan secara penuh tentang safety riding dan tertib lalu lintas.

Penerapan Safety Riding berarti menggunakan :

  1. Pelindung kepala : menggunakan helm fullface kaca bening yang mana setiap menggunakannya harus mengunci kaitannya. Melarang keras penggunaan helm cetok ataupun half face.
  2. Alas kaki : menggunakan sepatu yang tertutup rapat,dianjurkan safety shoes, posisi tinggi sepatu di atas mata kaki. Melarang keras penggunaan sandal atausepatu biasa.
  3. Pelapis badan atas : menggunakan jaket tebal yang berfungsi menahan benturan yang memiliki 5 titik protektor, dua titik di pundak, dua titik di siku tangan dan 1 titik di punggung belakang. Melarang keras penggunaan jaket tipis biasa atau hanya rompi saja.
  4. Pelapis badan bawah : menggunakan celana panjang dilapisi dengan penahan benturan / protektor di kedua titik di area dengkul. Melarang keras penggunaan celana pendek atau celana tanpa dilapisi protektor.
  5. Pelapis tangan : menggunakan sarung tangan penuh yang memiliki penahan benturan/protektor di ujung kepal dan buku-buku bagian luar jari tangan. Melarang keras penggunaan sarung tangan biasa atau sarung tangan setengah jari.
  6. Selalu mengecek dan membawa surat2 kendaraan.Contoh : Sim, Stnk, Ktp dan kopian nya.
  7. Selalu mengecek kondisi motor (pengecekan standard) sebelum melakukan perjalanan.
  8. Selalu membawa jas hujan yang bukan model ponco setiap berkendara.
  9. Selalu membawa tool kit standard dan ban dalam cadangan setiap berkendara.
  10. Selalu membawa dana cadangan yang cukup setiap berkendara.
  11. Menggunakan kelengkapan standard motor. Contoh : kelayakan dan kelengkapan spion, lampu rem, lampu sign, lampu malam dan klakson. Melarang keras lampu rem yang menyilaukan (putih).
  12. Tidak membawa barang kendaraan yang melebihi ketentuan, tidak melebihi lebar stang dan tinggi kepala.
  13. Mentaati semua peraturan lalu lintas yang berlaku di jalan. Contoh : berpindah jalur dan berbelok menggunakan spion dan lampu sign. Setiap perlengkapan dan syarat lain dalam berkendara tersebut wajib ditaati setiap kita berada di atas motor, baik jarak pendek menengah dan jauh.
Iklan